Empat tahun kini berjalan,kita masih di
semester yang sama,kelas yang sama dan berteman pun masih iya meski aku rasa
sekarang kita ada space dalam
realitanya. Aku masih diam-diam memperhatikannya,dibalik beberapa punggung teman
untuk sekedar melihat senyumnya dan leluconnya yang tiap kesempatan membuatku
ikut tertawa. Aku masih saja gelisah kala dia tak hadir dalam kelas kuliah hari
ini, aku masih saja ingin chat dia untuk sekedar menanyakan “kuliah gak hari
ini?” aku masih saja khawatir di kala dia sakit yang di ungkapkan dalam status bbm atau whatsapp dan aku masih saja stalking sosmed nya dan meninggakan
emotikon hati disana berharap sekali hati yang sekedar emoticon bisa dia balas
dengan hati tulus yang dia punya.Aku masih dengan jelas memperhatikanmu dikala
maju ke depan kelas untuk mempresentasikan
tugas dan entah akhir-akhir ini aku terlihat aktif bertanya untuk sekedar
berdebat soal materi presentasinya.
Aku masih ingat dengan jelas tiga tahun yang
lalu saat aku pertama kali melihat dan mengenalnya, waktu itu dia datang dengan
santai memakai baju kota-kotak warna biru celana komprang warna coklat susu memakai
tas ransel warna abu2 dan memakai sandal ala gunung. Kelas sudah dimulai hari
itu dan dia menjadi perhatian orang-orang di dalam kelas, dia bersalaman dengan
dosen dan kemudian duduk di bangku belakangku bersama mas wiwid (cowok yang
pertama aku kenal di kampus yang menjadi teman seklas juga). Selam pelajaran
berlangsung mas wiwid sesekali menyolek lenganku untuk sekedar bertanya dan
disaat itulah dia pula mengajakku mercengkrama sekedar menanyakan kerjaan dan
keseharian. Siang itu ada jadwal 3 mata kuliah tetapi pada jam kedua dosen
tidak bisa hadir sehingga kami (aku,mas wiwid,mr azm,dan kiki) untuk sekedar
mencari minum di alun-alun. Sepulang dari sana mas wiwid tiba-tiba berbisik
kepadaku “azm bilang kalau dia nyambung sama kamu ndug”dan Aku jatuh cinta
untuk pertama kali kepadanya, semenjak itu kami berempat menjadi bersahabat
dengan cinta yang diam-diam tumbuh dihatiku sebelum akhirnya kita bertemu
dengan teman baru bernama bang mumu di semester 2. Waktu semester 1 bang mumu
sangatlah pendiam dan tak banyak bergaul dengan teman sekelas dia lebih
tertutup, jam kuliah selesai dia langsung bergegas keluar kelas.
Aku berhasil menyembunyikan perasaanku dari
teman-teman tetapi tidak dengan kiki, kiki mengatahui perasaanku walaupun aku
tak pernah cerita kepadanya. Dia angat yakin kalau sikap baikku kepada azm
menyimpan sebuah rasa. Memang benar aku selalu diam-diam mengerjakan
tugas-tugasnya, karena aku tau dia tak mungkin mengerjakankan tugas kuliah
karena kesibukannya menjadi guru yang sangat menyita waktu.
Semester 4 merupakan moment yang
menyenangkan dan berkesan sekali, waktu itu pengumpulan tugas kuliah PKM
merupakan hari terakhir pengumpulan sedangkan dosen tak mau menerima alasan
apapun untuk tidak mengumpulkan sehingga ketua kelas mempunyai inisiatif untuk
mengumpulkan sendiri kerumah dosen yang rumahnya di malang. Dengan berbekal
keberanian kami (ketua kelas,febi,mifta,mas wiwid,saya,yuni,azm,bang mumu)
berangkat malam hari pukul 20.00. setiap perjalan tidak selamanya sesuai dengan
rencana dan prediksi, motor febi mengalami ban bocor sehingga kami harus
menunggu di sebuah warung kopi pinggir jalan. Terlihat sekali teman-teman
merasa mengantuk, sementara mas wiwid yang menaiki motor laki membonceng diriku
dengan gaya khas ridernya. Posisi motor mas wiwid yang terlalu menurun
menyulitkanku untuk duduk dengan nyaman, sementara tepat dibelakngku motor yang
dikendarai bang mumu dan azm memperhatikan ku yang sedang memeluk mas wiwid.
Sebenarnya itu hanya aku mengantuk dan takut terjatuh sehingga memeluk mas
wiwid dan untung saja ada tas di punggungnya. Akhirnya sampalah kita di rumah
pak dosen pukul 01.00 dini hari dimana pak dosen sedang terjaga dalam tidurnya.
Sembari bercengkrama ku lihat dia sedang tertidur lelap dengan kresek di
kakiny, menurutnya biar dia tidak merasa kedinginan. Akhirnya kita pulang
sekitar 03.00 udara malang sangat dingin dan kita sudah merasa lelah sekali
sehingga kita memutuskan untuk ngopi sejenak di bawah flyover malang kota baru
sembari menghilangkan kantu dan melepas penat. Perjalan pulang mas wiwid hampir
saja menabrak sebuah bus yang berhenti di depannya dan itu membuatku sangat
shock, dan akhirnya kita memutuskan untuk berhenti di sebuah masjid di daerah
sengon/purwosari untuk melaksanakan solat subuh. Udara masih saja sangat dingin
sepertinya subuh kala itu membuat mentari malu-malu untuk memperlihatkan sinar
hangatnya. Mas wiwid memutuskan untuk berboncengan dengan bang mumu sedangkan
aku harus berboncengan dengan azm. Hati ini semakin berdebar kala dia
memperbolehkan tanganku masuk di sela-sela kedua kantong jaketnya
. “mister aku
kedinginan,bolehkah tanganku masuk ke dalam kantong jaketmu?” ujarku sembari
menggigil. “boleh silahkan neng”jawabnya dengan lembut. Hangat, entah karna
jaketnya yang memang hangat atau pelukan itu membuatku nyaman. Pengalaman itu
tidak bisa ku hilangkan dari memori karena itu sangat berkesan dalam cerita
cinta diam-diamku pada azm.
Dan pada akhirnya kiki dan juga bang
mumu mengetahui perasaanku, aku berpesan agar jangan sampai azm mengetahuinya
karena aku tak ingin persahabatandan kedekatan kita akan menjadi rusak karena
persaan cinta yang ku miliki. Di semester 5 hubungan kita perlahan berjarak, ku
ketahui dia memiliki pacar seorang gadis cantik dari banyuwangi yang berkuliah
di Malang. Dan azm berencana untuk segera meminangnya, hatiku berasa patah dan
perasaanku sedih bang mumu dan kiki memberikan semangat, dan Azm punya perasaan
tidak enak kepadaku kita pun tak seperti
dulu.
Tidak hanya kemarin namun disaat kuliah
libur ingin rasanya aku selelu bertemu dengannya, melihat lesung pipit disetiap
senyumnya,candaannya yang sellu membuatku tertawa,kecintaan kita yang sama-sama
mengidolakan sharukhan dan deepika padukone, kesukaan kita dengan film2 yang
sama2 kita suka. Sesekali kita saling membalas chat di bbm, walau pada kenyataanya kita
tidak pernah ngobrol seperti sedia kala.
Mengingat sebentar lagi aku melangkah
pada perjalanan cintaku yang sebenarnya, tidak untuk melupakan azm dan
kenangannya melainkan menyembunyikan potongan hati azm di hatiku yang mungkin
orang lain tidak pernah mengetahuinya. Aku selalu menjadi penggemar rahasianya,
mencintainya dalam diam, dan mendoakan yang terbaik untuk kehidupannya dengan
wanita yang ia cintai dan itu bukanlah diriku.
Semoga dengan cerita baruku nanti akan
membuat semuanya lebih baik tanpa mengharap cinta yang tak pasti bisa menerima,
cinta itu persahabatan dan persahabatan di dalamnya pasti ada sebuah cinta. Iam
still remember you mr Azm J seperti aku yang selalu merindukan
sakura berkembang untuk melihat sakura mekar yang memberika warna di musim semi
bahagia. #AZM10









SEMESTER 4 SEMESTER 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar